Loading...

Rabu, 08 Oktober 2008

Bagaimana HACCP Dapat Meningkatkan Bisnis Anda? (Bagian I)

Saat ini semua negara pengimpor hasil industri yang dikonsumsi oleh manusia (yang terbanyak adalah industri makanan, selain industri farmasi dan kosmetik) menuntut pengusaha untuk menerapkan HACCP pada seluruh proses pengolahan produk di pabriknya.


Apakah HACCP itu?

HACCP, merupakan singkatan dari Hazard Analysis and Critical Control Points, adalah suatu sistem pencegahan dan pengamanan yang diterapkan pada produk makanan dan lainnya terhadap hal-hal yang membahayakan secara kimiawi, biologi maupun fisik. Dengan adanya HACCP, maka diharapkan hal-hal yang membahayakan manusia yang terkandung dalam produk tersebut dapat dikurangi, melalui tindakan CCP (Critical Control Points).


Tujuh Prinsip HACCP

Ada tujuh prinsip yang harus dilakukan untuk menerapkan HACCP :

Prinsip #1 – Melakukan analisis bahaya (hazard analysis)
Mengidentifikasi potensi bahaya yang berkaitan dengan produk makanan dan produk lainnya, dan upaya pencegahan yang perlu diaplikasikan untuk pencegahan terhadap bahaya-bahaya tsb. Yang disebut bahaya disini adalah semua unsur benda fisik, biologis maupun kimiawi yang mengakibatkan produk tidak aman untuk dikonsumsi. Contohnya: polusi kandungan metal/logam lain dalam makanan, yang bisa berasal dari raw material, proses produksi atau proses pengemasan.

Prinsip #2 – Menerapkan Critical Control Points (CCP)
Critical control point (CCP) adalah tahap atau prosedur operasional yang dapat dikendalikan
sehingga dapat mencegah, menghilangkan dan mengurangi adanya bahaya terhadap produk pangan dan lainnya sampai pada level yang dapat ditoleransi. Salah satu contoh penerapan critical control point adalah dengan menyediakan metal detector yang dapat mendeteksi adanya kandungan metal atau logam lain.

Prinsip #3 – Menetapkan batas kritis pada tiap CCP
Batas kritis adalah nilai maksimuim atau minimum yang harus dicapai pada tiap CCP untuk menjamin bahwa semua bahaya terkendali, sehingga bahaya dapat dicegah, dihilangkan dan dikurangi sampai pada level yang dapat ditoleransi.

Prinsip #4 – Menetapkan standar monitoring untuk CCP
Sistem monitoring penting dilakukan untuk memastikan agar semua proses dapat dikendalikan pada setiap CCP.

Prinsip #5 – Menetapkan tindakan koreksi
Menetapkan tindakan koreksi yang harus diambil apabila hasil monitoring menunjukkan telah terjadi penyimpangan dari batas kritis yang telah ditentukan. Tujuan tindakan koreksi adalah untuk memastikan agar produk yang dipasarkan bebas dari unsur-unsur yang berbahaya.

Prinsip #6 – Menetapkan prosedur verifikasi
Menetapkan prosedur verifikasi dengan tindakan mem-validasi seluruh rencana HACCP yang menyatakan bahwa sistem HACCP dapat berjalan dengan efektif.

Prinsip #7 – Menetapkan prosedur penyimpanan data
HACCP menetapkan bahwa data-data yang meliputi data tentang analisa bahaya, rencana HACCP, dokumentasi mengenai CCP, batas kritis, dan prosedur verifikasi.


Jadi, apa tepatnya yang akan anda dapatkan dengan menerapkan HACCP? Tunggu posting kami berikutnya..... Untuk memudahkan anda mengikuti artikel-artikel terbaru kami, kliklah di bagian “Saya ingin berlangganan” di atas foto-foto pada bagian ‘Referensi’.

Artikel yang berkaitan : Mengapa anda perlu metal detector ?

1 komentar:

Ngo mengatakan...

Hi.

I read a same topic 2 month ago. The topic helps me to improve my competency.

Apart from that, below article also is the same meaning

HACCP checklist

Tks again and nice keep posting
Rgs